Salam kepada pembaca cerpen, di situs ini saya akan memberikan cerpen yang mengandung makna di balik ceritannya. Cerpen yang cocok dibaca saat dimana saja dan kapan saja.
Penampilan Dua Muka
Pada suatu hari, terdapat desa di tengah hutan belantara. Para penduduknya pun sudah terbiasa hidup di dalam hutan yang lebat dan penuh dengan binatang buas. Mereka punya cara tersendiri untuk mengusir binatang buas yang berada dekat rydesanya tersebut. Para penduduk disana hidup rukun dan tentram sampai pada suatu hari, ada seorang penyihir datang entah dari mana.
Penyihir tersebut datang kesana untuk mencari benda sakti yang telam lama terpendam disana, tetapi para penduduk sana juga memilik ilmu sakti walupun lebih lemah dari sang penyihir. Tetapi jika mereka menyerang bersamaan, akan menyebabkan sang penyihir akan kewalahan juga. Jadi sang penyihir memikirkan cara untuk mengambil benda sakti tanpa mengerahkan kekuatan terlalu banyak. Jadi diapun berubah menjadi perempuan dengan berpenampilan baik, cantik dan lembut hati.
Semua penduduk disana tidak menyadari bahwa perempuan tersebut adalah penyihir yang jahat. Selama beberapa hari, sang penyihir yang sedang menyamar tersebut masih mencari keberadaan benda sakti tersebut, namun aksinya tersebut ketahuan oleh seorang pemuda pada saat mencari kayu bakar. Pemuda tersebut tidak sengaja melihat penampilan asli dari penyihir yang sedang menyamar itu, namun sayangnya pemuda itu juga ketahuan. Sang penyihir langsung menyihirnya menjadi pemuda dengan buruk rupa seperti binatang.
Pemuda itu berlari ke desa dan memberitahukannya ke semua penduduk. Namun penduduk disana tidak mendengarkan, malah pemuda itu yang dianggap penyihir. Dia diusir oleh peduduk, dan berhasil lolos dari kejaran penduduk. Dia bersembunyi di dalam gubuk tua di tengah hutan tak jauh dari desanya. Di dalam gubuk tersebut ada sebuah buku ilmu yang hebat yang mungkin bisa mengalakan sang penyihir yang sedang menyamar itu, namun dia tidak tahu apa tujuan sang penyihir tersebut.
Jadi dia pergi ke rumah penyihir itu, dan mencari tahu apa tujuannya tersebut. Dia menemukan sebuah peta lama yang menunjukkan adanya gambar keris di desanya tersebut. Dan dia teringat cerita kakeknya yang sudah lama meninggal. Kakeknya dulu pernah berkata “Nak, dulu sebelum desa ini dibangun, hanya ada satu orang yang tiggal disini, dia sangat sakti apalgi dengan kerisnya yang mungkin sekarang ini sudah tidak ada lagi”. Sang pemuda itupun kembali ke gubuk tua itu dan mempelajari buku itu. Setelah beberapa bulan, sang penyihir tidak juga menemukan benda itu, dia geram dan berubah menjadi wujud aslinya dan mengancam seluruh orang di desa tersebut. Sang pemuda mendengarkan hal tersebut dan untungnya dia sudah setengah mengusai ilmu di buku itu.
Dia maju dan mengajak sang penyihir bertarung dengan taruhan jika penyihir kalah dia harus enyah pergi dari sini dan menarik sihirnya dari sang pemuda tersebut, sang penyihir menetujui. Akhirnya merekapun bertarung, dan sang pemuda dengan sang peyihir sepertinya seimbang. Mereka terus beradu ilmu tanpa henti, pemuda itu mulai kewalahan. Tetapi, para penduduk tidak diam saja dan membantu sang pemuda tersebut, akhirnya sang penyihirpun kalah dan mengakui kekalahannya. Dia pergi dari desa tersebut dan menarik sihirnya kembali dari pemuda tersebut. Akhirnya desa itu pun kembali damai dan tentram.